Rabu, 13 Juni 2012

Makassar butuh Keindahan

Makassar butuh monumen yang indah. Kenapa hal seperti ini penting / berguna?
Karena di dalam keindahan ada kesepakatan.
Kesepakatan akan administrasi-administrasi yang dapat memecahkan masalah.
Hal-hal yang indah adalah formasi yang dianggap membawa kepada pemecahan-pemecahan masalah.

Karena keindahan gunanya adalah kesepakatan, jangan bikin monumen yang bernuansa agama, jangan bikin monumen yang bernuansa adat, jangan bikin monumen yang bernuansa eksklusif.
Bikinlah monumen yang diterima oleh semua orang.

Permasalahannya adalah banyak bentuk yang indah, tapi kalau setiap orang punya pemikiran yang berbeda di benaknya, butuh waktu yang lama, dan administrasi yang mahal untuk mempersatukannya. Kalau ada monumen yang indah, maka setidaknya banyak orang dapat memiliki keindahan yang mirip di benaknya, dan mereka dapat cepat untuk membentuk formasi karena sudah saling mengenal satu sama lain.

Lihat Jakarta, monumennya begitu sederhana, monas... kurang begitu indah. Mereka butuh banyak monumen-monumen kecil, yang kurang begitu menarik juga. Menurut saya mereka akhirnya dapat sinkronisasinya hanya setelah ada formasi tata ruang yang indah.

Singapore, New York, London, Paris, telah menerapkan monumen-monumen yang indah.
Makassar mungkin dapat membuat monumen juga, dalam bentuk yang universal, seperti pohon tua yang terkenal. Rimbun, Kokoh, Berbatang Ganda, Berdahan-Dahan yang Subur, Berbuah banyak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar