Selasa, 05 September 2017

Piracy and Expectation

If you use a lot of solutions without giving back to the source,
You would be exposed to a system or to a world that's not supported by gratitude.
The happiness that came from this world is unsustainable
And if you hang on to it, the more you do the more your expectations would become unrealistic.

So in order to truly become a blessing for your beloved people or person,
Give thanks to your sources of solutions,
Pay attention, and Create solutions to real problems that really exist in your reach.
And if you keep doing it, the more your reach would extend.
And with your sources of solutions together, you would have access to power
that would allow itself to be focused by you.

Minggu, 06 Agustus 2017

The Summary

The scarcity of the world is not of time nor energy nor money, but of mutual solutions

In order to improve the level of availability of mutual solutions in reality is to give thanks to the sources of mutual solutions

Sources of mutual solutions should be people and inclinations, not companies (limited liabilities) because companies could change it's people and inclinations.


Minggu, 25 Juni 2017

Perang harga Hotel-Hotel di Indonesia

Perang Harga terjadi antara hotel hotel di Indonesia,

Terbaru,
https://goo.gl/AWKt2U di Yogya
https://goo.gl/szSGbV di Bali

Beberapa Bulan Lalu,
https://goo.gl/4P1UmY di Pekanbaru
https://goo.gl/zDivfX di Bekasi

Saya menduga masalah ini disikapi pemerintah dengan cara membuat peraturan bahwa Hotel di Indonesia tidak boleh menurunkan harga dibawah Cost. 
Hal ini mungkin karena begitu banyaknya Hotel yang banting harga, tidak bisa dibiarkan sampai mereka tutup baru trend ini berhenti.

Minggu, 28 Mei 2017

Jealousy is the responsibility of the individual

Jealousy is a problem, but its unfair that the society or the community should sacrifice their order just in order to satisfy jealous people, that's not a fair solution.
Jealousy is the person's problem, and it's his or her own responsibility to fight it.
Everyone should be free to be entitled to their own luck.  

Kamis, 18 Mei 2017

Malas (Just my Comedy)

Malas itu kompleks macam-macam faktor yang mempengaruhinya:
1. Target
Orang yang tujuan hidupnya berbeda dari yang lain bisa dilabel malas.
Contoh:
Dalam pekerjaan merapikan meja, ada yang tujuannya meja harus tidak berdebu agar terinspirasi, ada yang tujuannya meja harus tertata dengan label agar mudah mencari barang tapi tidak menganggap bebas debu sebagai hal yang menginspirasi, ada yang menganggap tidak perlu merapikan meja karena inspirasi dan kemudahan mencari barang dapat dia capai tanpa merapikan meja. Ada juga yang menganggap merapikan meja tidak akan memberinya inspirasi dan memberi label tidak akan memudahkannya untuk mencari barang, ada yang menganggap meja yang berantakan lebih membantu dia menyelesaikan masalah dan ada juga yang memang tujuan hidupnya tidak untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh kantornya.

2. Kemampuan
Ada orang yang memiliki tujuan, tapi merasa tidak mampu mencapai tujuan itu dengan baik dan benar dengan segala prosedur yang diketahuinya dan dia tidak tahu bagaimana cara mencapai tujuannya itu. Sehingga dia meninggalkan tujuan itu dan beralih ke masalah lain atau kegiatan lain yang membuatnya tidak mengingat-ingat akan tujuan itu lagi. Menghindari Kegagalan.
Ini bisa bagus bisa jelek, bagus kalau tujuan anda adalah mencari cara bagaimana cara mendapatkan istri orang. Jangan rajin rajin, Rajin mengejar istri orang.

3. Perhatian dan/atau prioritas
Ada orang yang memiliki tujuan yang sama, merasa mampu, tapi dia punya beberapa tujuan lain juga yang ingin dia capai, contoh tujuan-tujuan lain yang dapat membuat malas:
Jatuh Cinta,
Game,
Istirahat demi kesehatan badan (karena habis pacaran dan main game tengah malam)

Solusi Kemalasan:
1. Menemukan Tujuan hidupmu sendiri dan menjalaninya, bukan tujuan hidup orang lain lalu kamu yang menjalaninya. (Bisa ditemukan dari empathy, atau mengalami penderitaan sendiri, atau dari obsesi).
2. Belajar Belajar dan Belajar