Kamis, 18 Agustus 2011

Lanjutan Post yang lalu v.05

Untuk membantu menciptakan reputable market di Indonesia, programer bisa membuat untuk sebuah badan rating, yang memiliki program yang memonitor setiap saham dan historynya secara real time. Program tersebut kemudian mengatribusikan poin kepada setiap SID (identitas pelaku pasar) yang teridentifikasi, dimana poin negatif diberikan kepada pelaku pasar yang nilai per persentase kepemilikan perusahaan-perusahaan yang pernah dia beli sekarang lebih rendah daripada nilai sewaktu dia membeli dulu, dan vice versa.
Tambahan:
nilai per persentase kepemilikian perusahaan didapat dari:
1. Total dividen yang sudah dibayarkan kepada pemilik 1 persen perusahaan.
2. Harga untuk mendapatkan 1 persen kepemilikan.
Contoh:
IPO tanggal 13 Juni 2010, sekarang tanggal 13 Juni 2011
Urutan: tgl, Akumulasi dividen yang telah dibayarkan, harga per 1 persen kepemilikan, nilai per 1 persen kepemilikan.

13/6, 0, 12, 12
01/1, 2, 11, 13
02/4, 3, 13, 16
13/6, 3, 12, 15

Si Atot membeli di tanggal 01/1, selisihnya sekarang adalah +2, sedangkan Si Bagus juga membeli pada tanggal 01/1 jadi kredibilitas Bagus sama dengan Atot. Pak Cahyo membeli dari Bagus pada tanggal 02/4, jadi selisihnya sekarang adalah -1. Kredibilitas Pak Cahyo -1 sedangkan kredibilitas Atot dan Bagus adalah +2, walaupun saham Bagus sudah dibeli tapi tetap diperhitungkan kredibilitasnya sampai sekarang.

Jadi walaupun sudah berlalu lama, yang penting adalah pada saat pembelian, apakah untuk meningkatkan produktivitas, atau untuk spekulasi.

1 komentar:

  1. Cara lain adalah dengan merating saham-saham yang pernah dijual. Semakin tinggi selisih harga spot dengan harga jual, semakin tinggi rating. Dan sebaliknya.
    Kemudian dibuat kontra account kalau seseorang membeli kembali saham perusahaan yang sama dengan yang pernah dijualnya.
    Program rating dapat memfilter rating seseorang untuk 1 tahun, 2 tahun, dst...

    BalasHapus